Mengenang Kembali Sejarah Hari Ibu di Indonesia

ArmaniQQ'
ArmaniQQ'

Mengenang Kembali Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Mengenang Kembali Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Mengenang Kembali Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Selamat Hari Ibu! Sebuah kalimat sederhana yang mungkin mewarnai media sosial plus foto bersama ibu atau mengucapkan secara langsung sebelum berangkat kerja. Di Indonesia, perayaan hari Ibu tak memiliki tradisi khas. Perayaan lebih bersifat personal. Masing-masing pribadi punya cara sendiri dalam merayakannya.

Akan tetapi, apa hari ibu dimaknai sebagai pemberian penghargaan atas jasa mereka? Dalam lagu Kasih Ibu, terdapat potongan lirik “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa”. Apa iya kasihnya yang ‘sepanjang masa’ ini cukup dihargai dalam sehari apalagi hanya lewat ucapan.

Mengutip pertanyaan resmi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak RI, Yohana Susan Yembise, peringatan hari Ibu bukan soal memberikan penghargaan bagi ibu karena dedikasinya pada keluaganya alias peran domestik sebagai pengurus rumah tangga. Justru hari ibu diperingati sebagai memontum untuk mengenang dan mengharga semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang dalam pergerakan merebut, menegakkan dan mengisi kemerdekaan.

“Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkita perjuangan bangsa,” kata Yohana dikutip dari Halaman resmi Kemenppa.

Hal ini tampaknya sejalan dengan awal ditetapkannya Hari Ibu oleh Presiden Soekarno. Pada 22 Desember 1928. Tertular semangat pemuda, kaum perempuan terbakar semangatnya dan menyelenggarakan kongres. Kongres dimaksudkan untuk menggalang persatuan antarorganisasi yang saat itu cenderung bergerak sendiri-sendiri.

Saat kongres yang ketiga di Bandung pada 1938, diputuskan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Kemudian 22 Desember 1953 sekaligus peringatan kongres yang ke-25 Preisden Soekarno melalui RI No.316 Tahun 1953 menetapkan setiap 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu.

Awalnya, Hari ibu diperingati untuk mengenangkan jasa dan semangat kaum perempuan dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan. Namu dalam perkembangannya sekarang ini, Hari ibu juga dirayakan untuk menghargai jasa ibu dalam berbagai hal, termasuk karier, urusan rumah tangga, dan kodrat alami sebagai ibu

Selamat Hari Ibu!

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ujiseo © 2017 Frontier Theme